Cute Cursor

Minggu, 27 Mei 2012

Modul Belajar Klasifikasi Makhluk Hidup

MODUL
PENDAHULUAN
     Pernahkah kamu pergi ke kebun binatang? Di kebun binatang terdapat berbagai jenis hewan bukan? Ada singa, harimau, ular, burung, kuda, rusa, dan masih banyak lagi. Setiap hewan tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda dan khas. Taukah kamu mengapa ada begitu banyak nama hewan? Hal itu karena hewan yang berbagai macam jenisnya telah dikelompokkan sesuai persamaan dan perbedaannya, kemudian diberikan nama secara ilmiah. Selanjutnya, kita akan mempelajari materi mengenai Klasifikasi Makhluk Hidup.
Standar Kompetensi        :     6.  Memahami keanekaragaman Makhluk Hidup
Kompetensi Dasar           :    6.2 Mengklasifikasikan Makhluk Hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki
Tujuan Pembelajaran       :    Diharapkan setelah membaca modul ini peserta didik dapat :
1. Menjelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup.
2. Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup.
3. Mengelompokkan hewan berdasarkan bentuk luar tubuh sebagai dasar klasifikasi.
4.  Mengetahui klasifikasi makhluk hidup menurut Carolus Linnaeus.
5.  Mengetahui sistem klasifikasi 5 kingdom.
6. Menuliskan nama ilmiah makhluk hidup.
7. Menjelaskan tujuan kunci determinasi.
Materi Pembelajaran :
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
A.    Pengertian
     Klasifikasi makhluk hidup merupakan cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Semakin banyak perbedaan antara 2 jenis makhluk hidup maka semakin jauh kekerabatannya. Sebaliknya semakin banyak persamaan semakin dekat kekerabatannya. Prinsip dasar dalam klasifikasi ialah bahwa semua species ditempatkan dalam satu kategori memiliki jumlah ciri-ciri homolog terbesar, karena semua makhluk hidup yang memiliki organ-organ homolog yang sama adalah berkerabat satu sama lain.
B.   Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
       Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah :
1.    Menyederhanakan makhluk hidup yang beraneka ragam
2.    Mengetahui hubungan kekerabatan antar organisme
3.    Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya
4.    Mengenal berbagai makhluk hidup yang bermacam-macam
5.    Mengetahui manfaat masing-masing organisme
6.    Mengetahui adanya saling ketergantungan antara organisme
    Manfaat klasifikasi makhluk hidup adalah :
1. Pengelompokan memudahkan kita mempelajari organisme yang beraneka ragam.
2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh : bebek dan ayam  memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat, karena bebek dan ayam memiliki banyak persamaan ciri-ciri, misalnya: sama-sama bertelur, bertulang belakang, bersayap, berkaki dua, herbivor, dan berbulu.
C. Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
1.    Persamaan/perbedaan ciri-ciri
2.    Ukuran tubuhnya
3.    Jenis makanannya
4.    Lingkungan tempat hidupnya
5.    Manfaatnya
D. Klasifikasi Makhluk Hidup menurut Carolus Linaeus
             Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah, Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi.
     Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :
 
Gambar 1. Skema tingkatan takson, spesies (jenis), sampai kingdom (kerajaan)
E. Tata Nama Ilmiah
     1. Takson 
  •     Setiap kelompok yang terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup, disebut Takson. Lahirlah istilah taksonomi (takson = kelompok, nomos = hukum), atau juga disebut sistematika (susunan dalam suatu system).
  •     Para ilmuwan mengelompokan makhluk hidup beerdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan baik morfologi, fisiologi, dan anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat hubungan kekerabatannya. Makin sedikit persamaannya, makin jauh kekerabatannya. Makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri, dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertile (subur), maka makhluk ini dimasukkan ke dalam suatu kelompok (takson) yang disebut spesies atau jenis. Contohnya: Spesies padi (Oryza sativa).
  •     Bagaimanakah penempatan takson pada penulisan klasifikasi? Untuk mendapat gambaran susunan takson dalam penulisan sistem klasifikasi, Anda dapat mengamati contoh berikut:
    Klasifikasi tumbuhan padi :
Kerajaan   (Kingdom)  : Plantae
Divisi  (Divisio) : Spermatophyta
Anak Divisi (Sub Divisio) : Angiospermae
Kelas (Classis) : Monocotyledoneae
Bangsa (Ordo) : Poales
Suku (Familia) : Poaceae
Marga (Genus) : Oryza
Jenis (Spesies) : Oryza sativa

2. Aturan Tata Nama Ilmiah (Nomenclatur Binomial)
  •     Aturan-aturan pemberian nama binomium nomenclatur pada binatang dan tumbuh-tumbuhan :
1. Setiap makhluk hidup memiliki nama spesies yang berbeda-beda dan tidak boleh sama.
2. Nama genus hanya terdiri dari satu kata dan dimulai dengan huruf besar.
3. Nama spesies boleh terdiri dari dua kata atau lebih dan dimulai dengan huruf kecil.
4. Setiap makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan memiliki nama ilmiah masing-masing.
5. Penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan.
6. Nama penemu spesies dapat mencantumkan namanya dibelakang nama speciesnya.
  •     Contoh penerapan :
1.    Nama ilmiah ditulis dengan bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan.
o    Kucing ( Felix domestica ) : cetak
o    Kucing ( Felix  domestica )  : tulis tangan
2.    Terdiri atas dua kata, kata yang I menunjukkan Genus dan kata II menunjukkan Spesies. Jika lebih dari 2 kata diberi tanda hubung. Contoh :Bunga kembang sepatu ( Hibiscus rosa-sinensis ).
3.     Huruf pertama kata I ditulis kapital, yang lain kecil.
4.    Ditulis miring/tebal (cetak) atau digaris bawahi terpisah (tulis tangan).
5.    Nama hewan dapat diadakan pengulangan, sedang nama tumbuhan tidak.
o    Pisang (Musa paradisiaca)
o    Ayam ( Galus galus )
o    Babi hutan ( Babirussa babirussa )
6.     Penulisan varietas tidak digaris bawahi atau miring
o    Padi ( Oryza sativa var. nutitiva )
3. Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa Dan Famili
a.    Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.
b.    Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.
c.    Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna + aceae, menjadi famili Cannacea 
F. Kunci Determinasi
     1. Pengertian Kunci Determinasi
Kunci determinasi adalah suatu kunci yang digunakan untuk identifikasi makhluk hidup berupa keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup.
  •     Identifikasi merupakan kegiatan dasar dalam taksonomi. Identifikasi mencakup dua kegiatan, yaitu klasifikasi dan tata nama.
  •     Salah satu kunci identifikasi ada yang disusun dengan menggunakan ciri-ciri taksonomi yang saling berlawanan. Tiap langkah dalam kunci tersebut terdiri atas dua alternatif (dua ciri yang saling berlawanan) sehingga disebut kunci dikotomis.
2. Cara Menggunakan Kunci determinasi
a. Bacalah dengan teliti kunci determinasi mulai dari permulaan, yaitu nomor 1a.
b. Cocokkan ciri-ciri tersebut pada kunci determinasi dengan ciri yang terdapat pada makhluk hidup yang diamati.
c. Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri makhluk hidup yang diamati, harus beralih pada pernyataan yang ada di bawahnya dengan nomor yang sesuai. Misalnya, pernyataan 1a tidak sesuai, beralihlah ke pernyataan 1b.
d. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi sesuai dengan ciri yang dimiliki organisme yang diamati, catatlah nomornya. Lanjutkan pembacaan kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kunci.
e. Jika salah satu pernyataan ada yang cocok atau sesuai dengan makhluk hidup yang diamati, alternatif lainnya akan gugur. Sebagai contoh, kunci determinasi memuat pilihan:
     1. a. tumbuhan berupa herba, atau
         b. tumbuhan berkayu.
        Jika yang dipilih adalah 1a (tumbuhan berupa herba), pilihan 1b gugur.
f. Begitu seterusnya hingga diperoleh nama famili, ordo, kelas, dan
divisio atau filum dari makhluk hidup yang diamati.
         Pada umumnya, buku penuntun identifikasi makhluk hidup dilengkapi dengan kunci determinasi dan hanya berlaku setempat (lokal).
3. Contoh kunci dikotom
1.    a.Tubuh beruas-ruas…………………………………… lanjutkan ke no 2
            b.Tubuh tidak beruas-ruas …………………………….  lanjutkan ke no 5
2.    a.Setiap ruas tubuh berkaki……………………………….  Myriapoda
            b.Tidak setiap ruas tubuh berkaki……………………..  lanjutkan ke no 3
3.    a.Jumlah kaki 3 pasang……………………………………Insekta
            b.Jumlah kaki lebih dari 3 pasang…………………….. lanjutkan ke no 4
4.    a.Mempunyai sungut di kepala……………………………Crustacea
           b.Tidak mempunyai sungut di kepala……………………. Arachnoidea
5.    a.Tubuh dilindungi cangkang …………………………….Mollusca
            b.Tubuh berduri……………………………………………Echinodermata

Rangkuman
•    Salah satu tujuan melakukan klasifikasi makhluk hiidup adalah untuk menyederhanakan makhluk hidup yang beraneka ragam.
•    Klasifikasi Sistem 5 Kingdom terdiri atas Kingdom Monera, Kingdom Protista, Kingdom Fungi, Kingdom Plantae, Kingdom Animalia.
•    Urutan Takson terdiri atas 7 tingkatan, yaitu :
Kerajaan(Kingdom)
Divisi(Divisio)
AnakDivisi(SubDivisio)
Kelas(Classis)
Bangsa(Ordo)
Suku(Familia)
Marga(Genus)
Jenis (Species)                    
Soal Latihan
Terlampir di ProProfs.com
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitchell. 2002. Biologi. Terj. dari Biology Edisi Kelima Jilid II; oleh Lestari, R. dkk. Jakarta : Erlangga.
Crisden, Shonna . 2009. CK-12 Life Science. California : UCK-12 Foundation
Kimball, J.W. 2002. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Setyaningsih, Eko. 2010. Biology SMA/MA Grade X Bringing to Your Life. Jakarta: Bumi Aksara

**********

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar